Masalah Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas

Pentingnya pendidikan untuk semua anak, terutama bagi mereka penyandang disabilitas dan dengan peluang sosial dan ekonomi yang terbatas, tidak dapat dibantah. Memang, sistem pendidikan khusus memungkinkan anak-anak dengan disabilitas meningkatkan akses ke pendidikan publik. Terlepas dari itu, sistem pendidikan khusus telah memberi mereka kerangka kerja yang efektif untuk pendidikan mereka, dan bagi lembaga yang terlibat untuk mengidentifikasi anak-anak penyandang cacat lebih cepat. Hal ini mendorong inklusi yang lebih besar terhadap anak-anak penyandang disabilitas bersama teman-teman sebayanya. Namun terlepas dari kemajuan ini, masih ada banyak kendala, termasuk keterlambatan dalam menyediakan layanan untuk anak-anak penyandang cacat, serta hambatan peraturan dan keuangan yang mempersulit plan untuk semua yang terlibat. Kurangnya pilihan sekolah yang tersedia juga menjadi hambatan bagi penyediaan pendidikan untuk penyandang disabilitas. Tidak ada cukup layanan yang tersedia bagi siswa dengan disabilitas seperti di sekolah, akses fisik membatasi pilihan anak-anak ini, serta pilihan sekolah yang menyediakan kurikulum yang tepat bagi anak-anak dengan disabilitas.

Kurangnya informasi untuk keluarga atau calon siswa tentang pendidikan yang dapat ditempuh bagi penyandang disabilitas juga menjadi salah satu tantangan yang mesti dihadapi dalam hal pendidikan bagi anak-anak dengan disabilitas. Mereka sering tidak menyadari bagaimana mengakses layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak mereka, terutama dalam pendidikan anak usia dini. Siswa yang lebih besar merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi yang cukup tentang pendidikan kejuruan, pelatihan pra-kerja dan layanan dukungan, atau pendidikan orang dewasa dan masyarakat.

Dalam banyak kasus, perpindahan dari satu sektor pendidikan ke sektor berikutnya menunjukkan kesenjangan yang signifikan dalam tingkat layanan. Memindahkan anak kecil dengan disabilitas dari layanan anak usia dini ke sekolah dasar seringkali merupakan transisi di mana program dan dukungan tidak direplikasi dalam pengaturan baru. Hal yang sama berlaku di semua tingkat transisi, sama dari sekolah dasar ke sekolah menengah, dan dari sana ke berbagai pilihan pasca sekolah. Ada kekurangan kesetaraan dalam suatu wilayah dari satu sekolah ke sekolah lain, dan dari sektor swasta ke sektor sekolah umum, sehingga keluarga yang tidak puas dengan layanan atau yang pindah lokasi menemukan siswa tidak dapat bergerak dengan mudah di seluruh lingkungan pendidikan.

Ketidakcukupan penyediaan dana adalah masalah terbesar dalam menyediakan akses yang setara untuk pendidikan bagi siswa dengan disabilitas. Ada beberapa sumber pendanaan, tidak ada yang cukup untuk membuat dan menyediakan berbagai layanan yang dibutuhkan seperti peralatan, penerjemah dan lainnya. Seperti warga Negara lainnya, penyandang disabilitas memiliki hak untuk mendaptkan pendidikan yang setara.

Oleh karena, masalah pendidikan bagi mereka tidak hanya merupakan masalah pemerintah, tapi juga seluruh pihak yang terlibat. Dengan semakin besar kampanye mendukung inklusivitas maka kesempatan pendidikan yang setara juga akan terbuka lebar sehingga penyandang disabilitas memilki kesempatan yang lebih besar.