Sebagian Faktor Ini Menyebabkan Buah Kekurangan Gizi

Gizi adalah zat-zat penting yang bermanfaat bagi tubuh kita. Zat-zat tersebut diperlukan kita untuk bertahan hidup dan juga untuk dihasilkan sebagai tenaga untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, pada buah hati-anak, nutrisi memainkan peran yang lebih penting dari sekadar dua peran tersebut. Yang ini karena gizi tambahan diperlukan oleh buah hati-si kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan untuk bisa tumbuh dengan sehat dan kuat. Oleh sebab itu, setiap orang tua sepatutnya selali memberikan asupanan makanan bernutrisi sepadan untuk si kecil mereka, dan memberikan suplemen penambah nafsu makan seperti vitabumin supaya anak mereka dapat menyantan makanan sehat bergizi berimbang dengan lahap.

Yang ini penting supaya buah hati anda dapat tumbuh tanpa kekurangan gizi, sebab situasi ini dapat menyebabkan beberapa hal buruk seperti:

Resiko terkena penyakit lebih tinggi

Kekurangan nutrisi bisa meningkatkan resiko buah hati-buah hati terkena penyakit. Seandainya pertumbuhan yang terganggu, ada banyak imbas negatif yang bisa diderita seorang buah hati bila ia tidak mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi selama masa pertumbuhannya. Sebagai contoh, kekurangan vitamin B1 bisa menyebabkan seorang si kecil terkena penyakit beri-beri. Kemudian, otot sang anak bisa lemah apabila ia kekurangan protein. Lalu, jika dia kekurangan kalsium dia akan rentan terkena pelbagai penyakit yang dapat melemahkan tulangnya.

Pertumbuhan yang tidak optimal

Kalau si kecil anda terganggu pertumbuhannya, akan betul-betul berbahaya bagi penampilannya di masa akan datang. Tersebut ini karena pertumbuhan fisiknya tidak akan sesempurna si kecil-si kecil yang lain seandainya ia kekurangan asupan nutrisi. Keadaan ia kekurangan kalsium semenjak kecil, ia bisa tumbuh menjadi lebih pendek dari pada teman-temannya di sekolah. Apabila ia kekurangan vitamin A, maka dia akan mengalami keadaan sulit pengelihatan, dan tentunya hal ini dapat menyulitkan cara kerja belajarnya disekolah.

Khusus psikologis

Kalau si kecil anda mengalami dua problem diatas karena kekurangan nutrisi, dia bisa merasa kurang percaya diri, dan memiliki resiko lebih tinggi untuk diganggu oleh anak-anak lain. lagi, kekurangan protein juga bisa memicu perasaan depresi, yang tidak cuma bisa mengganggu cara kerja belajarnya di sekolah, melainkan gangguan psikologis ini juga bisa mengganggu kehidupan pribadi dan sosialnya.